Bangun Mimpi melalui Pramuka – Medcom.id

Bangun Mimpi melalui Pramuka – Medcom.id
PADA tahun 1981 penulis masih ingat momen saat teman seangkatan berlatih dalam satu grup setiap pagi dan sore. Kala itu, penulis masih berstatus sebagai santri kelas 2 Kulliyatul Mualimat al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Daarussalam Gontor, Jawa Timur. Tak kenal lelah, mereka berlatih baris-berbaris di dalam pasukannya.
 
Saat itu, penulis masih belum tahu untuk apa mereka berlatih fisik sedemikian keras. Bahkan, mereka juga melatih kembali keterampilan kepramukaan di luar jadwal latihan. Di Gontor, latihan kepramukaan ditetapkan setiap Kamis bakda zuhur. Setelah bertanya sana-sini, barulah penulis tahu bahwa mereka adalah pasukan khusus. Mereka disiapkan untuk mengikuti Jambore Pramuka Nasional di Cibubur, Jakarta.
 
Selang 30 tahun kemudian, tepatnya pada 2011, Kontingen Jambore Gontor Putri Mantingan berkesempatan mengikuti penyelenggaraan ke-22 Jambore Pramuka Dunia (22nd World Scout Jamboree) di Swedia. Sebelum terbang ke Swedia, para peserta dari Gontor ini transit di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Kuningan, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Bahagia rasanya pesantren yang kami bina dihampiri rombongan peserta Jambore Pramuka Dunia. Saat itu, para peserta dipimpin oleh Ustaz Ma’ruf CH, teman seangkatan penulis saat menimba ilmu di Gontor. Kami senang dikunjungi mereka karena bisa berdialog dengan para peserta, dan tentu saja dengan pembimbingnya.
Pada kesempatan itu kami bertanya apa saja yang harus disiapkan agar pesantren kami juga bisa mengirim perwakilan santri ke Jambore Pramuka Dunia. Kuncinya ternyata ada pada persiapan fisik, kemampuan skill kepramukaan, serta persiapan kreasi seni dan budaya. Tentu saja kemampuan bahasa internasional, yakni bahasa Inggris, juga harus disiapkan.
 
Sejak diskusi itu, tentu saja pesantren kami bermimpi juga untuk bisa mengirimkan perwakilan pada Jambore Pramuka Dunia. Jambore Pramuka Dunia bagi alumnus Gontor memang menjadi salah satu target dalam kepramukaan pesantren.
 
Maka, tidak heran jika banyak pesantren menyelenggarakan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi para santri kelas atas. Walau kadang terkendala usia sehingga tidak semua kwartir cabang (gerakan Pramuka di tingkat kota/kabupaten) mengizinkan pelaksanaan kursus tersebut. Pesantren Gontor maupun para alumninya yang mendirikan pesantren menilai gerakan Pramuka adalah sarana yang tepat untuk pendidikan generasi muda.

Terwujud di Jambore Pramuka Dunia Korsel

Mimpi untuk bisa mengirimkan wakil di Jambore Pramuka Dunia akhirnya tergapai tahun ini. Pelaksanaan ke-25 Jambore Pramuka Dunia dilaksanakan di Korea Selatan, tepatnya di Saemangeum, Jeolla Utara, Korea Selatan.
 
Pondok Pesantren Al-Ikhlash akhirnya bisa mengirimkan anggota pramukanya mengikuti Jambore Pramuka Dunia menyusul pesantren pendahulunya yang sudah malang-melintang, seperti PP Al-Amin Madura, PP Darunnajah Jakarta, dan pesantren lainnya. Ini adalah mimpi yang sudah dibayangkan sejak tahun 1990. Artinya, baru tercapai di tahun 2023 setelah menunggu selama 33 tahun.
 
Jambore Pramuka Dunia bertema Draw Your Dream ini lebih seru dari sebelumnya. Tentu saja karena dukungan komunikasi digital yang mewarnai era digital saat ini. Arus informasi, baik yang resmi maupun tidak resmi, tak terbendung. Berbagai informasi di media massa dan penyebarannya melalui media sosial cukup memberikan suasana panik bagi sebagian orang tua peserta. Terutama isu gelombang panas yang diikuti dengan isu kedatangan topan Khanun. Ditambah, informasi mengenai evakuasi peserta dari lokasi perkemahan serta percepatan penutupan Jambore Pramuka Dunia.

Tak seseram pemberitaan

Ketika Inggris dan Amerika menarik keluar peserta Jambore, kami selalu menghubungi perwakilan kami dan mengonfirmasi berita tersebut. Jawaban mereka, memang ada beberapa kegiatan yang dibatalkan, tapi beberapa kegiatan tetap berlangsung dan bisa iikuti dengan suasana menyenangkan. Di antara komentarnya: Kalau dari segi perkemahan, ini perkemahan paling enak. Tersedia tempat istirahat full AC pada jarak tertentu.
 
Pada kondisi seperti ini peran komunikasi digital secara langsung bisa jadi peredam kepanikan. Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran dijawab secara langsung baik oleh peserta, pembimbing, maupun oleh pihak resmi dari Kwartir Nasional (Kwarnas). Selain itu, setiap beberapa jam ada imbauan-imbauan keselamatan dan informasi mengenai gelombang panas maupun laju topan. Semua informasi itu selalu masuk ke ponsel sebagai peringatan.
 
Terlepas dari narasi berita yang beredar sekitar fasilitas dan kritikan serta judul-judul berita yang menakutkan, para peserta terutama dari Indonesia, justru mengaku mendapat keseruan dari lokasi. Mereka merasa bangga bisa bergabung dengan berbagai kontingen mancanegara. Bisa bertukar badge, berkomunikasi, hingga berbagi. Menurut pengakuan salah satu peserta dari Jakarta, dia bisa menghimpun satu tas penuh berbagai atribut dari berbagai negara.
 
Berbagai keluhan yang muncul bisa saja terjadi. Mungkin masalah kesiapan fisik peserta dan ketangguhan tekad. Untuk itu, ke depan adik-adik Pramuka yang berminat mengikuti Jambore, baik Nasional maupun Dunia, bisa mempersiapkan diri dari sekarang. Mulai dari persiapan finansial, skill, kesehatan, serta kekuatan fisik dan mental. Agar kuat untuk menjadi duta bangsa tercinta.
 
Di era serba mudah seperti sekarang ini, tidak banyak kesempatan yang didapat untuk bisa berkumpul dan berkegiatan di alam terbuka. Apalagi kesempatan untuk berlatih kemandirian, berdisiplin, dan belajar mengisi waktu untuk kegiatan yang berarti bagi sesama sesuai darma yang disepakati:
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

Patriot yang sopan dan kesatria

Patuh dan suka bermusyawarah

Rela menolong dan tabah

Rajin, terampil, dan gembira

Hemat, cermat, dan bersahaja

Disiplin, berani, dan setia

Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

 
Selamat Hari Jadi ke-62 Pramuka, 14 Agustus 2023. Salam Pramuka![]
 
*M Tata Taufik, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Kuningan, Jawa Barat
 

Quoted From Many Source

Baca Juga  Wali Kota Depok Klaim Wilayahnya Aman dari Polusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *